Posts

Showing posts with the label Kemiskinan

Nelayan Bayah, Lebak

Image
Nelayan Bayah, Lebak BAYAH adalah nama kota kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten Selatan. Lokasinya sekitar 237 km dari Jakarta. Untuk menuju ke Bayah, Anda bisa lewat Rangkasbitung-Malingping dengan kondisi sebagian jalan bopeng-bopeng, atau bisa Pandeglang-Malingping dengan jarak tempuh lebih jauh. Namun kondisi jalan antara Malingping-Bayah sudah beraspal hotmix dan mulus. Karena Bayah adalah kota kecamatan di pantai selatan Banten, sebagian warganya bermata pencaharian nelayan. Mereka umumnya buruh nelayan, yang setiap hari mengandalkan hidup sehari-hari dari laut. Mereka naik perahu motor, berangkat sore hari, kembali pukul 08.00 pagi. Sebagian lagi menjadi penjual ikan keliling ke rumah-rumah. Satu ikat ikan layur biasanya terdiri dari 10 ekor, dibeli dari TPI Bayah sekitar Rp 20.000, dan dijual lagi dengan harga Rp 25.000. Nelayan Bayah cenderung konsumtif. Begitu mendapat banyak uang pada musim panen ikan seperti bulan-bulan ini, mereka langsung membeli perhiasan emas dan peral...

Kolom Blog Adhi Ksp: Pengemis, Kemiskinan dan Uang Rakyat yang Dicuri

Kolom Blog Adhi Ksp Pengemis, Kemiskinan dan Uang Rakyat yang Dicuri Di perempatan Slipi, bocah-bocah tetap kelayapan hingga larut malam. Mereka tak peduli dengan sekolah karena mereka memang tak mampu menikmati pendidikan dasar sekalipun. Yang mereka tahu hanyalah berapa uang yang diperoleh hari ini dari mengemis di persimpangan jalan yang ramai di sudut metropolitan Jakarta. Siapa pula peduli dengan ayah atau ibu? Mungkin orang yang membawanya selama ini dianggap sebagai sang ibu. Tapi siapa peduli? Bukankah hidup hari ini untuk hari ini dan besok bagaimana nanti? Di perempatan Slipi, sebuah sedan BMW berhenti saat lampu merah. Bocah-bocah meraba kaca. Tapi pengemudi dan penumpang sedan mewah itu tak bergeming. Mungkin juga enggan berurusan dengan polisi pamong praja yang bakal mendendanya jika memberi uang kepada bocah-bocah itu. Penumpang sedan itu cuma mendongakkan kepalanya, lalu membaca lagi koran pagi, yang sudah dibacanya berulang kali. Waw, Soeharto Buron PBB Nomor Satu. Ada...